Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun Menurut Peraturan Pemerintah

Posted Posted by gemaputrabuana in Berita     Comments Comments Off on Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun Menurut Peraturan Pemerintah
May
2

Menyadari bahwa dengan meningkatnya kegiatan pembangunan di berbagai bidang terutama di bidang industri dan perdagangan, terdapat kecenderungan semakin meningkat pula penggunaan bahan berbahaya dan beracun.
Walaupun saat itu sudah terdapat beberapa peraturan yang mengatur pengelolaan bahan berbahaya dan beracun, akan tetapi masih dirasakan belum cukup memadai terutama untuk mencegah terjadinya pencemaran dan atau kerusakan lingkungan hidup yang akan berdampak pada kesehatan manusia, dan makhluk hidup lainnya maka Pemerintah masih merasa perlu untuk menetapkan Peraturan Pemerintah tentang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun yang dapat digunakan sebagai arahan dalam pengelolaan bahan berbahaya dan beracun sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Untuk lebih menguatkan secara hukum agar kehati-hatian dalam pengelolaan bahan B3 di industri dan atau kegiatan usaha lainnya selalu terjaga, Pemerintah telah menetapkan arahan tentang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun melalui PP No. 74 tahun 2001, dimana pada PP Nomor 74 ini Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) diklasifikasikan sebagai :
a. Mudah meledak (explosive) yaitu bahan yang pada suhu dan tekanan standar (25oC, 760 mmHg) dapat meledak atau melalui reaksi kimia dan atau fisika dapat menghasilkan gas dengan suhu dan tekanan tinggi yang dengan cepat dapat merusak lingkungan sekitarnya.

b. Pengoksidasi (oxidizing) yaitu bahan yang termasuk dalam kriteria B3 pengoksidasi adalah bahan yang waktu pembakaran bahan tersebut sama atau lebih pendek dari waktu pembakaran senyawa standar (ammonium persulfat untuk bahan padat dan asam nitrat untuk bahan cair).

c. Sangat mudah sekali menyala (extremely flammable) adalah B3 baik berupa padatan maupun cairan yang memiliki titik nyala dibawah 0oC dan titik didih lebih rendah atau sama dengan 35oC

d. Sangat mudah menyala (flammable) yaitu B3 baik berupa padatan maupun cairan yang memiliki titik nyala dibawah 0oC – 21oC.

e. Mudah menyala (flammable) yaitu bahan yang mempunyai salah satu sifat sebagai berikut :

1. Bahan berupa cairan yang mengandung alkohol kurang dari 24% volume dan atau pada titik nyala (flash point) tidak lebih 60°C (140o F) akan menyala apabila terjadi kontak dengan api, percikan api atau sumber nyala lain pada tekanan udara 760 mmHg.
2. Berupa padatan yang bukan berupa cairan, pada temperatur dan tekanan standar (25OC, 760 mmHg) dengan mudah menyebabkan terjadinya kebakaran melalui gesekan, penyerapan uap air atau perubahan kimia secara spontan dan apabila terbakar dapat menyebabkan kebakaran yang terus menurus dalam 10 detik. Selain itu, suatu bahan padatan diklasi fikasikan B3 mudah terbakar apabila pengujian dengan Seta Closed-Cup Flash Point Test diperoleh titik nyala kurang dari 40oC.

f. Amat sangat beracun (extremely toxic); B3 yang bersifat amat sangat beracun bagi manusia akan menyebabkan kematian atau sakit yang serius apabila masuk ke dalam tubuh melalui pernapasan, kulit atau mulut

g. Sangat beracun (higly toxic); yaitu B3 yang bersifat sangat beracun bagi manusia akan menyebabkan kematian atau sakit yang serius apabila masuk ke dalam tubuh melalui pernapasan, kulit atau mulut

h. Beracun (moderately toxic); yaitu B3 yang bersifat beracun bagi manusia akan menyebabkan kematian atau sakit yang serius apabila masuk ke dalam tubuh melalui pernapasan, kulit atau mulut.
Tingkatan racun B3 diatas dikelompokkan sebagai berikut :

i. Berbahaya (harmful) yaitu bahan baik padatan maupun cairan ataupun gas yang jika terjadi kontak atau melalui inhalasi ataupun oral dapat menyebabkan bahaya terhadap kesehatan sampai tingkat tertentu.

j. Korosif (corrosive) yaitu bahan yang bersifat mempunyai sifat antara lain :
1. Menyebabkan iritasi (terbakar) pada kulit;
2. Menyebabkan proses pengkaratan pada lempeng baja SAE 1020 dengan laju korosi lebih besar dari 6,35 mm/tahun dengan temperature 55oC
3. Mempunyai pH sama atau kurang dari 2 untuk B3 bersifat asam dan sama atau lebih besar dari 12,5 untuk yang bersifat basa.

k. Bersifat iritasi (irritant) yaitu bahan baik padatan maupun cairan yang jika terjadi kontak secara langsung , dan apabila kontak tersebut terus menerus dengan kulit atau selaput lendir dapat menyebabkan peradangan.

l. Berbahaya bagi lingkungan (dangerous to the environment) . Bahaya yang ditimbulkan oleh suatu bahan seperti merusak ozone (missal CFC), persistem di lingkungan (misal PCBs) , atau bahan tersebut dapat merusak lingkungan.

m. Kasinogenik (carconogenik) yaitu bahan penyebab sel kanker, yakni sel luar yang dapat merusak jaringan tubuh.

n. Tetratogenik (tetranogenic) adalah sifat bahan yang dapat mempengaruhi pembentukan dan pertumbuhan embrio.

o. Mutagenic (mutagenic) adalah sifat bahan yang menyebabkan perubahan kromosom yang berarti dapat merubah genetika.

Bahan tergolong B3 seperti yang ditetapkan oleh Menkes , Menprind serta yang tercantum pada PP 74 tersebut merupakan bahan kimia yang digunakan di industri, baik industri manufaktur, kosmetik dan atau kegiatan usaha lainnya. Sistem pengamanan di lingkungan industri maupun sistem tanggap darurat pada umumnya sudah dituangkan dalam MSDS (Material Safety Data Sheet) setiap bahan kimia yang dikeluarkan oleh produsen bahan kimia tersebut dan harus diikuti oleh semua pengguna bahan kimia tersebut. Seperti cara penyimpanan di areal pabrik (gudang) , syarat kelembaban gudang, cara penyusunan & tingkat palet untuk kemasan drum termasuk juga tindakan darurat apabila terkena kulit atau masuk ke mulut.

 

 

Comments are closed.

Kontak Kami

Head Office :

Jl.Prepedan Dalam No.1 Kamal Kalideres, Jakarta Barat 11810
Telp : 021 55962566 , 021 98150004
Fax : 021 55962566

Workshop :

Jl. Kampung Kelor Rt 07/02 Kec. Sepatan Kab. Tangerang No. 88
Telp : 021 59370420
Fax : 021 59370420

E Mail :
informasi : info@gemaputrabuana.com

For Fast Respond :
Marketing

Administrasi :
Keuangan

Delivery :
Pengiriman